Minggu, 19 Februari 2017

Perawatan Luka Gangren Penderita Diabetes

Perawatan Luka Gangren Penderita Diabetes

Perawatan Luka Gangren Penderita Diabetes diperlukan guna meminimalisir kemungkinan luka menjalar ke bagian lain. Harap waspadai ancaman serius sejak dini sebelum terlambat.

Diabetes cukup menyita perhatian publik, bukan tanpa alasan mengingat keberadaannya dapat menakuti kondisi fisik. Gula atau glukosa darah kadarnya naik melewati batas akan membahayakan jiwa seseorang bila diabaikan.

Komplikasi terjadi dalam jangka waktu tertentu hinggap di anggota tubuh biasanya kaki mengeluarkan luka gangren. Menghindari hal merugikan, maka segera berikan terapi sesuai.

Tanda penyakit termasuk patokan untuk mempermudah mengatasi penyakit tersebut. Tapi secara lazim pasien malah tidak menyadari terbentuk gejala seperti luka.

Kisaran luka diterima 15 persen umum berlokasi di bawah kaki. Faktor mendasar non trauma pembedahan tungkai anggota gerak sebetulnya merupakan kencing manis sendiri.

Penting mendeteksi ketika timbul tanda-tanda:

  • Neuropati kaki membuat mati rasa alias baal akibat semakin melemah kemampuan.
  • Saraf rusak, jaringan dalam mati, pus drainase, berbau menyengat sebagai infeksi.
  • Nyeri kronis sehingga menghalangi kenyamanan.
  • Menggigil / demam.
  • Panas, sekitar luka susah berfungsi, membengkak, kesemutan.
Beberapa jenis perawatan penderita mandiri bisa diawali melalui:

  • Memasang sepatu serta kaus kaki bersih lagi kering
  • Stop merokok, minum alkohol
  • Singkirkan makanan yang menampung kolesterol tinggi
  • Cek atau kontrol rutin jika belum merasa ada keanehan
  • Jaga akan benturan, gesekan kuat
  • Diet simpel jangan ketat
Poin diatas termasuk meminimalisir risiko. Sementara supaya peredaran sekaligus mengecilkan kelebihan gula, sebaiknya diatasi dengan membubuhkan antiseptik.
Persiapkan peralatan:

  • Kassa steril
  • Plester
  • Gunting
  • Larutan NaCl
Tahapan:

  • Jaringan nekrotik artinya sudah membusuk dibuang, potong sedikit-sedikit hingga bertumbuh baru (granulasi). Tujuan membatasi penyebaran luka.
  • Berikutnya melumuri luka memakai larutan yang dituang ke kain kassa.
  • Terakhir tutup oleh kassa basah / dicelup antiseptik terlebih dulu.
  • Perban maupun plester guna merekatkan semestinya sehingga tidak bergeser.

Amputasi sangat ditakuti semua pasien. Memang hal ini masih pada koridor medis menyelamatkan fisik bahkan nyawa seseorang. Sayangnya sisi lain, banyak pihak enggan melakukan.

Selanjutnya ...


Baca Juga : Obat Luka Diabetes Basah

Berikan pantauan bila ingin mencapai pemulihan aman.

0 komentar:

Posting Komentar